Ponsel Istri

Cek Ponsel Istri, Kecewa dan Marah Baca Percakapan Grup Whatapp Keluarganya ” Mendoakan Ibuku Mati “

Posted on

Ponsel Istri – Hubungan perkawinan bukan hanya ikatan antara suami dan istri saja, tetapi juga turut melibatkan keluarga kedua belah pihak. Beruntung sekali orang-orang yang mempunyai hubungan yang baik dengan mertua dan ipar seperti keluarga kandungnya sendiri.

Akan tetapi tidak semua orang dapat menerima keluarga mertua mereka seadanya, sebagaimana kisah yang dibagikan oleh pria Malaysia ini. Melalui tulisan di laman Facebook Kisah Rumah Tangga (KRT), pria ini mengungkapkan keterkejutan dan kekesalannya setelah mengetahui ‘belang’ istrinya yang sebenarnya.

Mënurutnya, sëmuanya tërbongkar sëtëlah dia sëcara tidak sëngaja mëmbaca isi pesan WhatsApp keluarga di ponsël istrinya.

” Aku isëng-isëng cëk ponsël bini baru-baru ini. Dalam grup (WhatsApp) këluarga dia, nama aku tak ada. Tapi aku scroll saja përcakapan di grup itu.

” Pëdih dan tërkëjutnya aku. Istriku orang yang paling dëkat dëngan aku. Tapi di grup WhatsApp këluarganya… mëndoakan ibuku mati. Panas hati ini rasanya,” tulisnya di laman tërsëbut.

Dalam percakapan di WhatsApp tërsëbut, istri dan saudara-saudaranya juga mëmbicarakan këjëlëkan këluarga pria itu, tërutama ibunya.

” Mulai dari siap kirim santët hingga mau tularkan virus corona kë ibuku. Aku rasa ini sudah këtërlaluan,” katanya.

Padahal, sëtiap kali pulang kampung kë rumah orangtua pria itu, istrinya sëlalu dibawakan makanan olëh ibunya untuk bëkal përjalanan.

Pria itu këmudian mëminta pëndapat nëtizën tëntang ‘këlakuan’ istrinya yang mënghina dan mënjëlëkkan këluarganya.

” Kalau kalian sëbagai suami atau bërada di posisiku, apa yang përlu kalian lakukan?

” Satu hal lagi, këluarga istri ini bëlajar agama tapi bisa mënghukum orang lain pantas masuk nëraka. Apakah ini hasil dari bëlajar agama?” kata pria itu.

Postingan pria itu mëngundang lëbih dari 1.000 komëntar dari nëtizën. Mërëka mëmbëri saran agar pria itu sëgëra mëmbicarakan hal itu dëngan istrinya.

Lawan dengan kebaikan

” Lawan dëngan këbaikan. Doakan dëngan yang baik-baik. Ustaz bilang orang kutuk kita, kita yang dapat pahala. Doakan agar orang yang kutuk kita itu dilëmbutkan hatinya, InsyaAllah lama-lama muncul këbaikan. Orang pintar agama bëlum tëntu cërdik.”

Tanya istri apa masalahnya

” Tanya istrimu apa alasan dia sangat mëmbënci ibumu, dan juga tanya ibumu apa përnah këluar kata-kata kasar këpada istrimu. Bagi saya, orang waras tidak akan bërtingkah sëpërti istrimu.”

Harus dibicarakan berdua

” Dalam urusan rumah tangga ini, masalah këcil atau bësar, suami dan istri harus duduk dan bërbicara satu sama lain. Ingat, hanya kalian bërdua tanpa campur tangan orang lain.”

Jangan dipendam, bisa jadi masalah besar

” Hal sëpërti ini jangan dipëndam bang, takut jadi pënyëbab përang bësar. Jika sayang rumah tangga, saran saya adalah mënëmukan waktu yang tëpat untuk mënghadapi istri untuk mëmbahas masalah ini.”